Published On: Tue, Feb 2nd, 2010

Sang Bajak Laut Marco Pantani

ZonasepedaThe Pirate (bajak laut), pembalap diera pertengahan 90an asal Italia Marco Pantani terkenal karena prestasinya dan gayanya ketika diatas sepeda ketika menaklukan tanjakan-tanjakan pro tour di atas Bianchi.

Marco Pantani lahir di Cesenatico Italia 13 January 1970, rider dengan spesialisasi tanjakan. Meraih Yellow Jersey Tour de France ditahun 1998, Maglia Rosa Giro d’Italia ditahun yang sama. Prestasi sang bajak laut menurun menjelang akhir tahun 1999 ketika Giro Italia sedang berlangsung.

Marco Pantani

The Pirate Marco Pantani

Ia memenangkan empat etape, dengan jarak waktu yang jauh dengan para pesaingnya. Namun, ia didiskualifikasi karena sel darah merahnya mengandung EPO. Peristiwa tersebut mencoreng prestasi Marco Pantani.

Marco Pantani

Pantani kembali mengikuti Tour de France ditahun 2000. Saat itu dia bersaing dengan Lance Armstrong. Semua orang pasti ingat peristiwa Mont Ventoux tahun 2000, ketika dirinya meninggalkan jauh Lance Armstrong, akan tetapi Armstrong berhasil mengejarnya dan memberikan kemenangan pada Pantani.

marco pantani mati bunuh diri

marco pantani mati bunuh diri

Marco Pantani vs Lance Armstrong

Marco Pantani membenci tindakan Armstrong tersebut, dan menyebabkan hubungan diantara keduanya memburuk. Bahkan Armstrong menyebutnya dengan istilah Elefantino (gajah kecil), karena bentuk telinga Pantani yang terlihat besar dan menonjol.

Marco Pantani vs Lance Armstrong

Pada Tour De France ditahun yang sama, ia memenangkan stage berikutnya, etape Courchevel, meninggalkan pesaingnya belakang.
Pada tahap berikutnya, Kol de Joux-Plane, Pantani melakukan solo break away untuk menghancurkan Lance Armstrong. Sebaliknya, ia menderita masalah perut dan tidak pernah lagi mengikuti etape selanjutnya.

Setelah itu race yang sangat sporadis pada tahun 2001 dan 2002, secara moral kalah dari kecurigaan publik karena skandal doping. Tahun 2003 sang pirate kembali turun di Giro D’Italia, di mana dia tidak berhasil meraih kemenangan ditiap etape, meskipun etape tersebut merupakan stage tanjakan yang merupakan spesialisasi dirinya.

Kegagalan dirace-race yang dialami serta kecurigaan public mengenai skandal doping, Marco Pantani mengalami depresi, 14 Februari 2004 Pantani ditemukan tewas di sebuah hotel di Rimini, Italia.
Hasil Autopsi menunjukkan dirinya mengalami edema otak dan gagal jantung, dan pemeriksaan lanjutan menunjukan dirinya keracunan kokain.

Pantani dimakamkan di kota kelahirannya, Cesenatico. Dua puluh ribu pelayat hadir pemakamannya, sang manajer Manuela Ronchi membaca buku hariannya:
“Selama empat tahun saya berada di setiap pengadilan, Aku baru saja kehilangan keinginan untuk menjadi seperti semua olahragawan lain, tapi bersepeda telah membayar dan banyak anak muda yang telah kehilangan iman mereka pada keadilan. Semua rekan-rekan saya telah dipermalukan, dengan kamera TV tersembunyi di kamar hotel. Bagaimana kau bisa tidak menyakiti diri sendiri setelah itu? ”

Marco Pantani - Miguel Indurain

Sang Legeda Tour de France Miguel Indurain, juara lima kali Tour de France mengatakan: “Dia orang yang maniak olahraga. Mungkin ada pengendara yang telah mencapai lebih dari dia, tetapi mereka tidak pernah berhasil menarik penggemar seperti yang dia lakukan.”

Sebuah peristiwa yang tragis untuk pembalap sekaliber Pantani, terlepas dari semua skandal yang dialaminya, publik mengakui dirinya layak disebut sang bajak laut. Gaya ketika diatas sadle Bianchi menaklukan etape-etape tanjakan sungguh tak lazim, dengan memakai bandana layaknya bajak laut posisi badan sangat membungkuk, dengan tangan di bagian paling bawah handlebar menunjukan Pantani siap menerjang siapapun lawanya. Bahkan posisi tersebut tetap dilakukan kita dia menanjak dengan berdiri diatas sadle.

Seperti apakah Sepeda tunggangan Sang Bajak Laut “Marco Pantani”

Bianchi Mega Pro XL Reparto Corse - Foto Daniel Benson

Frame: Bianchi Mega Pro XL Reparto Corse, Dedacciai double-butted 7000-series aluminum
Fork: Time
Headset: Campagnolo Record
Stem: ITM ‘Big One’, 11cm x -11°
Handlebars: ITM Super Italia Pro 260, 42cm (c-c)
Tape/grips: Bianchi cork
Front brake: Campagnolo Record
Rear brake: Campagnolo Record
Brake levers: Campagnolo Record
Front derailleur: Campagnolo Record
Rear derailleur: Campagnolo Record
Shift levers: Campagnolo Record Ergopower, 9spd
Cassette: Campagnolo Record, 11-23T
Chain: Campagnolo Record
Crankset: Campagnolo Record, 170mm, 54/44T
Bottom bracket: Campagnolo Record
Pedals: Time Equipe Mag
Wheelset: Campagnolo Electron tubular
Front tire: Vittoria Corsa CX TT tubular, 21mm
Rear tire: Vittoria Corsa CX TT tubular, 21mm
Saddle: Selle Italia Flite, signature edition
Seat post: Campagnolo Record titanium
Bottle cages: Ciussi stainless steel

Sadle Marco Pantani - Foto Daniel Benson

Bianchi Pantani Double Butted aluminum tubing - Foto Daniel Benson

Campagnolo Record 9 Speed - Foto Daniel Benson

Campagnolo Record Crank - Mag Pedal - Foto Daniel Benson

Time Carbon Fork - Foto Daniel Benson

Electron Rims - Foto Daniel Benson

Aluminum RD Campagnolo - Foto Daniel Benson

Ikuti terus liputan profile pembalap pro tour dan pembalap domestik di zonasepeda.com. Happy Cycling,

About the Author

-

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. [...] merupakan home base Giro Italia 1998 sang bajak laut yang legendaris “Marco Pantani“, gap waktu antara pembalap yang melakukan break dengan peloton mencapai. Belletti mampu [...]

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

facebook zonasepeda twitter zonasepeda