Cancellara Raja Cobble Stone
Zonasepeda – Rider Saxo Bank Fabian Cancellara kembali membuktikan dirinya adalah raja Cobble Stone, setelah menaklukan cobble stone Tour of Flanders, Fabian kembali meraih kemenangan pada One Day Classic Race “Paris Roubaix 2010“. Faktor pengalaman dan mental menjadi kunci rider swiss tersebut meraih gelar Paris Roubaix untuk kedua kalinya.
One Day Classic Race paris-roubaix tahun ini merupakan yang ke 108 sejak race tersebut di selenggarakan pada tahun 1896. Paris Roubaix merupakan salah satu Classic Race yang tertua didunia, dari tahun ke tahun paris roubaix selalu memberikan kejutan.
Race flat menempuh jarak dari Compiègne menuju Roubaix sejauh 259km. Merupakan gelar pretisius bagi para rider yang menjadi juara dalam Race tersebut.
Paris Roubaix 2010 menjadi pembuktian Fabian Cancellara bahwa dirinya layak disebut king of cobble stone. Kemenangannya Cancellara di Tour of Flanders 2010 menjadi modal dirinya untuk tampil di Paris-Roubaix tahun ini.
Diatas Specialized Project Black (Specialized Roubaix SL3) Cancellara terlalu tangguh buat lawan-lawannya. Cancellara melakukan solo attack di kilometer 50 menuju velodrome Roubaix, kelengahan lawan-lawannya dimanfaatkan oleh Fabian Cancellara.
Sektor Mons-en-Pévèle menjadi saksi keperkasaan sang Spartakus, peloton dibuat porak poranda oleh dirinya. Attack yang simultan dan terencana membuat rider-rider seperti Tom Boonen (Quick Step), Thor Hushovd (Cervelo Test Team) dan Juan Antonio Flecha (Sky team) tidak menduganya.
Boonen yang di favoritkan juara di race kali ini tidak dapat berbuat banyak, dirinya mencoba mengejar tapi cancellara sama sekali tidak menurunkan temponya. Cancellara terlihat sangat kuat dan tangguh.
Gap antara Cancellara dengan pembalap dibelakangnya terus melebar hingga mencapai 2.5 menit lebih.
Faktor mentalah yang menjadi senjata andalan Cancellara kali ini, dirinya mengatakan “semua pembalap pastilah sangat berhati-hati dengan taktik kami, setelah apa yang saya lakukan di Flanders. Jika saya meninggalkan mereka secara tiba-tiba pastilah mereka akan berusaha mengejar saya dengan tempo yang tidak teratur”.
Thor dan Flecha beriringan memasuki velodrome roubaix, tapi sepertinya flecha sudah habis dan membiarkan Thor Hushovd finis ditempat ke-2, jarak keduanya dengan Cancellara hingga 2 menit.
Tom Boonen harus puas finis diurutaan ke4 setelah sempat beradu sprint dengan Roger Hammond (CTT).
Berikut hasil One Day Classic Race Paris Roubaix 2010 :
1 Fabian Cancellara (Swi) Team Saxo Bank 6:35:10
2 Thor Hushovd (Nor) Cervelo Test Team 0:02:00
3 Juan Antonio Flecha Giannoni (Spa) Sky Professional Cycling Team
4 Roger Hammond (GBr) Cervelo Test Team 0:03:14
5 Tom Boonen (Bel) Quick Step
6 Björn Leukemans (Bel) Vacansoleil Pro Cycling Team 0:03:20
7 Filippo Pozzato (Ita) Team Katusha 0:03:46
8 Leif Hoste (Bel) Omega Pharma-Lotto 0:05:16
9 Sébastien Hinault (Fra) Ag2R La Mondiale 0:06:27
10 Hayden Roulston (NZl) Team HTC – Columbia 0:06:59
11 Sébastien Rosseler (Bel) Team RadioShack 0:07:00
12 Arnaud Coyot (Fra) Caisse D’epargne 0:07:05
13 Tom Veelers (Ned) Skil – Shimano
14 Kasper Klostergaard Larsen (Den) Team Saxo Bank
15 Maarten Wynants (Bel) Quick Step
16 Mikhaylo Khalilov (Ukr) Team Katusha
17 Lloyd Mondory (Fra) Ag2R La Mondiale
18 Jeremy Hunt (GBr) Cervelo Test Team
19 Frédéric Guesdon (Fra) Française Des Jeux
20 Mathieu Claude (Fra) Bbox Bouygues Telecom
Kemenangan Cancellara merupakan kemenangan Saxo Bank, 2 kali Classic Race Cobble stone di babat habis olehnya bersama Bjarne Riis Manajer Saxo Bank. Manajer bertangan dingin tersebut tidak menujukan emosi yang berlebihan tapi dirinya tidak berhenti tersenyum melihat Cancellara naik podium Paris Roubaix untuk kedua kalinya.
Bjarne Riis mengungkapkan rahasia dibalik kemenangan Fabian Cancellara, dari dalam team mobil saxo bank, Riis terus memandu Cancellara dan para rider saxo bank selama race berlangsung. Dirinyalah yang meminta Cancellara melakukan Attack 50 km menjelang finis, alasan Riis sangat masuk akal, dirinya melihat lawan terberat Cancellara yaitu Tom Boonen (Quick Step) berada dibagian belakang lead grup.
Fabian Cancellara mematuhi taktik Riis tersebut dan memulai menaikan temponya, ketika Boonen baru menyadari bahwa Cancellara melepaskan diri dari peloton, sang Spartacus sudah membuat gap waktu yang cukup lumayan.
“Saya mengatakan pada dirinya untuk attack, saat itu saya melihat Bonnen tidak dalam posisi bagus”. “Rider seperti Cancellara ketika melakukan attack bukan sekedar untuk iseng saja, tapi dirinya attack untuk meraih kemenangan.”
Kemenangan Cancellara di dua balapan Classic musim ini membuat Riis lebih percaya diri untuk mendapatkan sponsor baru. Saxo Bank akan mengakiri sponsorship pada tim Denmark tersebut.
Rumor yang berkembang terus merebak, BMC Racing Team berencana akan mengontrak Cancellara dan dua bersuadara Schleck (Frank dan Andy). Schleck Brother juga berencana membuat tim sendiri dengan sponsor dari Luxemburg bersama manajer Astana saat ini Marc Biver.
Ikuti terus liputan Pro Tour Internasional di zonasepeda.com. Happy Cycling,


















